DPD LAMPUNG

Berdiri: 29 Oktober 1961 | Cabang: 23 | Ranting: 198 | Anggota: 3.896

SEJARAH

Perjalanan panjang Wanita Katolik RI DPD Lampung hingga saat ini tidak lepas dari  peran awal terbentuknya dan aktifitas kegiatan  yang dilakukan para ibu saat itu antara lain Ibu Sudar, Ibu Melly Tina, Ibu Imelda, Ibu Sunardi, Ibu Margaretha Salimah, Ibu Sitohang, Ibu Aman, dan Ibu Widarti Sujono untuk bertemu serta berkumpul sebagai ibu-ibu  Katolik. Pertemuan, pembicaraan dan kegiatan mereka bertumbuh menjadi kesatuan dalam organisasi yang resmi. Selama masa bakti pertama hingga ketiga nama-nama para ibu tersebutlah yang mengisi kepengurusan, saling berganti posisi membangun dinamika yang berkesinambungan membentuk jati diri serta identitas sebagai sebuah organisasi masyarakat yang memberikan warna dan makna khususnya Wanita Katolik RI  di Provinsi Lampung hingga saat ini.

DPC Pringsewu lahir lebih dahulu dibandingkan cabang-cabang di Bandar Lampung,  hal ini sangat bisa dipahami karena pusat wilayah gerejawi pada saat itu ada di Pringsewu. Mgr. Albertus Hermelink Gentiaras, SCJ sebagai Uskup pertama di Keuskupan Tanjungkarang pada 29 Oktober 1961 tinggal di Pringsewu.

Berdasarkan data yang ada  perkembangan organisasi sampai saat ini, Wanita Katolik RI DPD Lampung sudah  berada  hampir di seluruh wilayah kabupaten/kotamadya di Lampung. Jumlah cabang yang ada berdasarkan data terakhir tercatat 23 cabang aktif,  dan memiliki 1 calon cabang. Cakupan wilayah pelayanan tersebar di 15 kabupaten/kota, 228 kecamatan, 24 Paroki/Unit Pastoral/Stasi, dengan jumlah  198 ranting serta  3896 anggota (data per Mei 2021).

Mengingat letak geografis Lampung dan sebaran cabang yang ada, untuk mempermudah koordinasi maka cabang-cabang tersebut di kelompokan dalam 6 Bakorcab yaitu Bandar Lampung, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Tengah bagian Timur, Lampung Tengah bagian Barat, Lampung bagian Utara.

Penasihat Rohani Wanita Katolik RI DPD Lampung juga mengalami perubahan. Penasihat Rohani yang pertama yaitu Romo Heru Atmaja, SCJ, Romo Piet / Romo Marius, Romo Yohanes Thedens Thana (2003–2016), Romo Yohanes Kurniawan Jati (2016 – sekarang).

Presidium Masa Bakti I-XI

Masa Bakti 1975-1979

Tahun 1975 merupakan awal dari Presidium Periode I, dimana Ibu Sudar terpilih sebagai Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD Lampung dalam Konferda I untuk  masa bakti 1975–1979. Dinamika gerak masa bakti ini  memperkuat internal organisasi melalui pertemuan rutin juga berupaya untuk mempunyai cabang dengan sasaran   Kedaton, Tanjung Karang dan Teluk Betung dengan mengajak, memotivasi dan mengadakan sosialisasi tentang organisasi ke wilayah tersebut.

Masa Bakti 1979-1983

Periode II ini dipimpin oleh Ibu Widarti Sujono yang terpilih sebagai Ketua Presidium dalam Konferda II tahun 1979.

Masa Bakti 1983-1987 

Dalam Konferda III tahu 1983 ini terpilih Ibu Sitohang sebagai Presidium tahun 1983-1987

Masa Bakti 1987 – 1991

Dalam periode ini Presidium terpilih adalah Ibu Melly Tina, didampingi  oleh  Ibu Theresia Widarti dan Ibu Christina Suyati.

Dalam kurun waktu 4 tahun tersebut banyak kegiatan yang bermanfaat tidak hanya untuk para anggota Wanita Katolik tetapi juga terbuka bagi mereka yang tertarik mengikuti kursus ketrampilan Wanita seperti menjahit, salon kecantikan dan rias pengantin.

Masa Bakti 1991 – 1995

Periode V ini dipimpin oleh Ibu Widarti Sujono sebagai Ketua Presidium, dan didampingi oleh anggota presidium Ibu Yustina Sarti dan Ibu Maria Susilo. Dalam masa bakti ini terbentuk Yayasan Citra Baru yang bergerak dibidang kesehatan untuk penyandang difabilitas dan operasi bibir sumbing bekerja sama dengan RS Imanuel. Pendanaan untuk kegiatan kemanusiaan ini dibantu antara lain oleh PSE Keuskupan Tanjung Karang.

Masa Bakti 1995 -2000

Dalam Konferda VI ini terpilih Ibu Christina Suyati  terpilih sebagai Ketua Presidium dan Ibu Yustina Sarti serta Ibu Chatarina Padmi Hadiningsih sebagai anggota presidium. Selama masa bakti ini, Wanita Katolik RI DPD Lampung menyalurkan dana bantuan dari pemerintah Propinsi Lampung dan UNICEF untuk  program KHPPIA (Kelangsungan Hidup Pengembangan Pembinaan Ibu dan Anak) yang meliputi gizi untuk anak, peningkatan pendapatan keluarga, bantuan bibit tanaman, air bersih, dan jamban keluarga. Program keterampilan – menjahit, perawatan kecantikan/salon dan rias pengantin – yang sebelumnya sudah pernah dilakukan juga dilanjutkan karena terbukti besar manfaatnya.

Masa Bakti 2000 – 2005

Konferda VII terlaksana pada tanggal 7 Agustus 2000. Ibu Renate Sri Baryati terpilih sebagai Ketua Presidium, didampingi oleh Ibu Yacintha Suharyanti dan Ibu Maria Haryanti sebagai  anggota Presidium. Dalam periode ini terjadi penataan wilayah untuk mempermudah koordinasi dengan memperhatikan letak wilayah geografis. Cabang di Lampung Tengah dibagi dua  yaitu Lampung Tengah bagian Timur meliputi Cabang Metro, Kotagajah, Poncowati, BandarJaya dan Lampung Tengah bagian Barat yang meliputi Cabang Tanjung Mas, Muntilan, Kalirejo, Sendang Mulyo.

Menyesuaikan dengan keadaan pada sat itu, maka program yang dijalankan berfokus pada pemulihan kehidupan ekonomi, berupa bakti sosial membagikan sembako, pakaian layak pakai, bantuan gizi untuk balita yang mengalami gizi buruk, serta pelatihan ERT. Dalam periode ini juga diadakan Sosialisasi dan pelatihan PPUK (Pemberdayaan Perempuan Usaha Kecil) untuk pengurus cabang dan diharapkan bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Masa Bakti  2005 – 2010

Periode ini dipimpin oleh Ibu  Bernadetha Erni Lampung   Sari sebagai Ketua Presidium dan Ibu I Gusti Ayu Candra dan Ibu Chatarina Padmi Hadiningsih sebagai Anggota Presidium sebagai hasil Konferda VIII.

Kegiatan unggulan internal organisasi berupa sosialisasi dan pendalaman AD/ART, mempersiapkan regenerasi kepemimpinan melalui Latihan Dasar Kepemimpinan, dan giat melakukan pendampingan dengan sasaran penambahan/  terbentuknya  cabang baru.

Masa Bakti 2010 – 2015

Dalam Konferda IX, terpilihlah Ibu C. Padmi Hadiningsih sebagai Ketua Presidium,  Ibu Veronika Sri Kanti dan Ibu Maria Mintarsih sebagai Anggota Presidium. Selama periode ini dilaksanakan Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan dan Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender yang mendapat bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat bekerja sama dengan JPIC FSGM dan DAMAR. Sesuai dengan ketersediaan sumber alam daerah ini,  maka diadakan juga Pelatihan pembuatan keripik untuk menambah ekonomi keluarga.

Ketika terjadi peristiwa kerusuhan Balinuraga Kalianda, Lampung Selatan, Wanita Katolik RI mengambil peran aktif di dapur umum.

Masa Bakti 2015 – 2021

Dalam Konferda X, tahun 2015 Ibu Ellysabeth Sri   Puryanti terpilih sebagai Ketua Presidium, Ibu Maria Mintarsih dan Ibu Theodosia Eny Listyawati sebagai Anggota Presidium.

Dalam periode ini juga terjadi pembentukan cabang baru dalam  wilayah Lampung Tengah  bagian Lampung Timur (Cabang Batang Hari),   dalam Lampung Selatan (Cabang Jati Baru)  dan Lampung Utara (Cabang Liwa). Dengan berkat Tuhan, Cabang Teluk Betung dan Cabang Sidomulyo yang sempat mati suri bisa diaktifkan kembali.

Dengan merebaknya pandemi Covid 19 yang mengguncangkan ekonomi global, maka focus utama kegiatan adalah membentuk ketahanan pangan. Maka meluncurlah program luar biasa SIGER (Saatnya Ikut berGerak).

Ibu-Ibu di semua cabang bergerak berbagi makanan (bungkus atau kotak), berbagi sembako, menjahit dan berbagi masker masker kepada masyarakat luas  di pasar-pasar, di jalan-jalan, juga untuk warga binaan di LP dan RUTAN bekerjasama dengan Komisi KKPPMP, Caritas Keuskupan Tanjung Karang, Komunitas Suster-suster  CB, FSGM, HK. Selain itu,

Wanita Katolik RI juga mendapatkan bantuan biji-biji bibit sayuran dan benih ikan lele dari JKMC Jakarta melalui DPP.

Masih sehubungan dengan pandemi dan keterbatasan keadaan, maka Konferda XI yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020 sebagai moment untuk melakukan pertanggungjawaban terpaksa diundur selama satu tahun, dan akhirnya dilaksanakan pada tanggal 6-7 November  tahun 2021.

Masa Bakti 2021 – 2026

Dalam Konferda XI, Ibu Ellysabeth Sri Puryanti terpilih kembali sebagai Ketua Presidium  untuk  masa bakti 2021–2026 didampingi  Ibu Maria Torra Pratiwi Anggota Presidium 1 dan Ibu Yustina Sri Ekwandari sebagai Anggota Presidium 2. Setelah terbentuknya susunan pengurus dan pembekalan, program utama yang diagendakan adalah pencegahan stunting yang sudah mulai diakomodasi dari Cabang Tanjung Karang dan Marga Agung.

Catatan : Cabang yang diberi warna Kuning adalah cabang  yang saat ini masih tidur/mati suri

Selain yang tersebut di atas terdapat  3 calon cabang yaitu :

  1. DPC Kalianda,
  2. DPC Bandar Sakti
  3. DPC Sri Bawono

Tim Penyusun: Ellysabeth Sri Puryanti, Maria Torra Pratiwi, Yustina Sri Ekwandari. Maria Regina Sri Palupi Haryani, Maria Magdalena Heni Wuryati, Yuliana Yati Suratiyah. Gabriel Viki Galih Prakusa