Mengenali Diri Kita – Wilayah Kerja DPD, Mencari Bentuk Proses Kaderisasi Bagi Wanita Katolik RI

                                                                                     

 

Apa yang dimaksud dengan Mengantar Kepemimpinan Masa Depan?

Program Kaderisasi dengan tajuk Mengantar Kepemimpinan Masa Depan telah digagas sejak akhir periode 2008 – 2013, dan diteguhkan dengan Keputusan Kongres XIX Tahun 2013 Nomor KEP- VIII/ KONGRES XIX/2013 TENTANG KADERISASI WANITA KATOLIK RI. Pada penghujung tahun 2012 telah dilaksanakan paling tidak dua (2) kali kegiatan nasional dalam rangka uji materi program kaderisasi yang telah dikembangkan oleh Tim Kaderisasi waktu itu, yang terdiri dari: B.K Indarwahyanti Graito, Endang Siregar, Augustine Indarsiani Widarto, Koestriani Prabowo, Nani Winarno, Della Pradipta, dan Justina Rostiawati. Panduan Kaderisasi yang pernah disusun pada tahun 2005 (??) digunakan sebagai salah satu acuan dalam mengembangkan materi kaderisasi. Pada akhir periode itu, salah satu materi pokok yang dianggap penting dan prioritas bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota Wanita Katolik RI adalah materi terkait dengan kesejarahan organisasi dengan intinya spirit atau roh asali lahirnya organisasi tercinta kita, Wanita Katolik RI, dan materi tentang kepemimpinan.

Dalam perjalanan waktu, dikembangkanlah satu materi yang menjadi penunjang namun penting diserap oleh segenap anggota Wanita Katolik RI, yaitu materi untuk menemukenali kekuatan di wilayah kerja masing-masing tingkat organisasi, serta materi yang menumbuhkembangkan dan mengasah kepedulian – kepekaan – bela rasa terhadap situasi di dalam lingkup wilayah kerja masing-masing, khususnya situasi dimana banyak (masyarakat) perempuan dan anak-anak terpinggirkan. Materi-materi inilah yang kemudian diperkenalkan ke sejumlah DPD: DPD Keuskupan Agung Jakarta, DPD Purwokerto, DPD Tanjung Selor (khusus untuk 2 Cabang : Malinau dan Pulau Sapi), DPD Kalimantan Selatan, DPD Sumatera Barat (khusus Cabang Tuapejat).

Bagaimana Bentuk Penyelenggaraan Program Kaderisasi dari DPD ke DPD ini?

DPP mendapat mandat untuk mengembangkan Program Kaderisasi seperti tertuang dalam Keputusan Kongres XIX Tahun 2013 yang telah disebutkan terdahulu, dan dalam ART (Anggaran Rumah Tangga) Tahun 2013, Bab IV tentang Pembentukan Tingkat Organisasi dan Tugas – Wewenang Dewan Pengurus, pasal 6 tentang Dewan Pengurus Pusat, ayat 3 tentang Tugas Kewajiban, yang mencantumkan:

a.       Menetapkan kebijakan Organisasi dalam melaksanakan Keputusan Kongres

b.       Menjaga keberlanjutan dan peningkatan kualitas karya-karya Wanita katolik RI

c.        Mendampingi pelaksanaan Konferensi Daerah dan mengesahkan serta melantik Pimpinan terpilih

d.       Melakukan koordinasi, pendampingan, pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan program di tingkat Daerah berikut Cabang dan Rantingnya

 

Dengan mandat ini, maka DPP mengembangkan sejumlah model – bentuk dan sistem pendampingan dalam rangka meningkatkan kualitas karya organisasi yang dalam hal ini untuk mewujudkan Program Kaderisasi, yaitu dengan: (1) menyelenggarakan Lokakarya Tingkat Nasional (Loknas); (2) mengundang DPD mengikuti Program Kaderisasi Tingkat Nasional – Sekolah Perempuan; dan (3) memberi kesempatan kepada DPD-DPD untuk bekerja sama dengan DPP dalam menyelenggarakan program kaderisasi di tingkat daerah, dengan tujuan utama mengenalkan dan (sedapat mungkin) mengidentifikasi kader-kader (pengurus atau anggota bukan pengurus) yang bersedia dan mampu melanjutkan program sejenis di tingkat wilayah kerja masing-masing – tingkat daerah, cabang dan/atau ranting

Sejak Tahun 2015 model penyelenggaraan kerja sama antara DPP dan DPD telah disambut oleh sejumlah DPD seperti tersebut di atas. Materi pokok dari program ini pada intinya membahas atau mendalami pemahaman tentang organisasi dan AD-ART, mencakup:

1)      Kesejarahan dan Spirit Organisasi – meresapi perjuangan Pendiri organisasi dan menemukenali tonggak-tonggak sejarah, serta peran organisasi (perempuan) dalam perjalanan sejarah NKRI

2)      ‘Siapa Saya’ – mengidentifikasi potensi DPD dan wilayah kerjanya

3)      Kepemimpinan – mengeksplorasi sifat dan bentuk kepemimpinan yang sesuai dengan Wanita Katolik RI dan menemukenali kriteria pemimpin tingkat daerah

4)      ‘Pengelolaan Organisasi’ – memahami struktur dan mekanisme kerja organisasi

 

Sedangkan materi penunjang pada intinya mengenalkan sejumlah cara untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi daerah, termasuk memutakhirkan data, mengembangkan kepedulian tentang isu atau masalah-masalah spesifik daerah tertentu, memetakan jaringan mitra dan kerjasama, visioning – meneropong dan memimpikan masa depan karya-karya di tingkat daerah, dan banyak hal serta ketrampilan lain yang secara khusus berkaitan dengan kondisi wilayah kerja bersangkutan.

Sesuai dengan tujuan kaderisasi, yaitu proses untuk cara atau proses untuk membentuk seseorang menjadi kader, maka cara penyampaian dalam seluruh program dan kegiatan ini sangat mengandalkan pada proses kelompok, sehingga hasil dari kelompok yang satu tidak atau belum tentu sama dengan kelompok lain. Dan format atau metode yang digunakan adalah diskusi serta dinamika kelompok. Diskusi kelompok berguna untuk mengembangkan rasa saling menghargai dan menghormati perbedaan serta pendapat orang. Hasil diskusi dan dinamika kelompok dipresentasikan dengan beragam cara, yang akan mengasah ketrampilan komunikasi dan presentasi di hadapan kelompok. Secara utuh/hilistik metode dan format demikian sengaja dikembangkan agar para peserta yang pengurus atau anggota bukan pengurus dapat mengembangkan seluruh potensinya sehingga siap berkarya di dalam maupun di luar organisasi.

Penulis: Justina Rostiawati

Ketua Presidium, DPP Wanita Katolik RI

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.