WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA

DEWAN PENGURUS DAERAH SULAWESI SELATAN

 Penulis:

Hermina Sente Limbu, S.E., Lusia Belu Tandirerung, S.Pd.,

Dra. Samirwati Kusuma,  Hana Hajon. Elisabeth Gala, S.H.

 

A. SEJARAH

  1. TJABANG MAKASSAR.

 

Wanita Katolik Republik Indonesia hadir di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar sejak tanggal 16 November 1947 yang sekaligus ditetapkan sebagai awal berdirinya Wanita Katolik Republik Indonesia dalam bentuk tingkat kepengurusan Cabang, yang disebut dengan WANITA KATOLIK RI TJABANG MAKASSAR.  Penetapan atau pembentukan tersebut dilakukan langsung oleh Wanita Katolik RI  Pengurus Pusat dari Yogyakarta.  Wanita Katolik  RI  Tjabang Makassar pada saat itu terdiri dari kaum ibu Katolik di  4 Paroki yaitu:

  • Paroki Kristus Raja Andalas. : 54 orang
  • Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Mamajang : 60 orang
  • Paroki Santo Yakobus Mariso : 50 orang
  • Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-Gotong : 60 Orang

 

Badan pengurus yang pertama adalah sebagai berikut :

Moderator                   : Pastor Piet Van Deer Krabben, CICM,   (Pastor Paroki Mamajang pada saat itu)

Ketua                          : Ny. Intan Isabin Kalesarang

Wakil Ketua               : Ny. Anailoa Palit

Panitera I                    : Ny. Th. Pattula Chambard

Panitera II                   : Ny. S. Kindangen

Bendahara                   : Ny. C. Jasson

Pembantu-Pembantu   :           i)   Nn. Maria Piere,

  1. ii) G. Meku

iii) Ny. S. Makalauw

Sekretariat pertama berkedudukan di Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Mamajang.

 

Sebagai organisasi yang baru terbentuk, langkah awal yang diambil adalah menyusun rencana kerja demi memperkenalkan dan mengembangkan organisasi Wanita Katolik RI, agar semua kaum Ibu Katolik dapat mengetahui tentang adanya organisasi Wanita Katolik RI Tjabang Makassar ini.

 

 

Dengan situasi dan kondisi yang ada, pengurus terus bekerja sesuai kemampuan mengingat keadaan mereka saat itu yang masih serba terbatas. Namun, dengan semangat yang tinggi mereka melakukan pertemuan-pertemuan untuk membahas beberapa rencana kerja yang telah disusun.

 

Lima belas tahun setelah terbentuk (1947 – 1962), pengurus Wanita Katolik RI Tjabang Makassar berhasil mengadakan Rapat Besar pada tanggal 12 Januari  1962, melahirkan beberapa keputusan:

  • Berdirinya Wanita Katolik RI tingkat Kepengurusan Daerah yang disebut dengan Wanita Katolik RI Komisaris Daerah Sulawesi Selatan;
  • Bergabungnya Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Katedral dalam organisasi Wanita Katolik RI Komisaris Daerah Sulawesi Selatan dengan jumlah anggota 60 orang;
  • Sekretariat Wanita Katolik RI Komisaris Daerah Sulawesi Selatan berkedudukan di Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Katedral; Dengan demikian, Wanita Katolik RI Komisaris Daerah Sulawesi Selatan memiliki 5 Cabang:

i) Paroki  Kristus Raja Andalas.                                                       : 54 orang

ii) Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Mamajang      : 60 orang

iii) Paroki Santo Yakobus Mariso                                                      : 50 orang

iv) Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-Gotong                            : 60 orang

v) Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Katedral                            : 60 orang

 

  • Menetapkan Badan Pengurus Komisaris Daerah Sulawesi Selatan sebagai berikut:

Penasehat Rohani       : Pastor V. Evembeemt

Ketua                          : Ny. A.M. Pondaag

Wakil Ketua               : Nn. Magdalena Yap

Penulis I                      : Nn. Nelly Teng

Penulis II                     : Nn. Maria Liem

Bendahara                   : Ny. The Hong Seng

Pembantu-Pembantu   : Wakil-Wakil Rukun Doa Rosario:

Ny. Oei Seng Tjoang; Ny. Jauw Boen Hong; Ny. A.N. Fernandez; Nn. Dortje Nangim; Nn. Mantiri; Nn. Mathilda Theng; Nn. Hermana Datu; Nn. Maria palanda

Nn. Grastia Parera; Nn. Nn. Roos Tuwaidan; Ny. Woen Boen Liem; Nn. Cicilia Oei Giok Laan; Nn, Theodora Tjia; Ny. Ong Tiong Hae.

RAPAT KOMISARIS DAERAH I TAHUN 1971-1974 (3 Tahun)

Wanita Katolik RI Komisaris Daerah Sulawesi Selatan (Hasil Rapat Besar Pengurus pada tanggal 16 Januari 1962),  mengalami kefakuman selama kurang lebih 9 (sembilan)  tahun, yaitu dari tahun 1962 – 1971, dimana pada saat itu, terjadi situasi keamanan yang tidak memungkinkan untuk berorganisasi, yaitu pecahnya G/30.S/PKI tahun 1965, dan persiapan Pemilu I di rezim Orde Baru (3 Juli 1971).

 

Setelah Pemilu, Badan Pengurus mulai mengadakan pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat untuk mengambil langkah yang tepat dalam membangkitkan dan menghidupkan kembali organisasi Wanita Katolik RI Komisaris Daerah Sulawesi Selatan dan berhasil mengembangkan organisasi dengan terbentuknya 3 cabang baru yaitu: Cabang Mandai, Cabang Wajo, Cabang Tello sehingga total jumlah cabang menjadi 8 : Cabang  Kristus Raja Andalas, Cabang Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Mamajang, Cabang Santo Yakobus Mariso, Cabang Santo Yoseph Pekerja Gotong-Gotong, Cabang Hati Yesus Yang Maha Kudus Katedral, Cabang Mandai, Cabang  Wajo dan Cabang Tello

Rapat Komisaris Daerah I yang merupakan pertemuan anggota tertinggi dalam memutuskan berbagai hal tentang perkembangan dan berjalannya organisasi dengan baik  dihadiri oleh anggota dari 8 cabang yang ada dan menghasilkan keputusan-keputusan tentang program-program kerja untuk tiga tahun ke depannya, dan terpilihnya Pimpinan Komisaris Daerah  untuk masa bakti 1971-1974 yaitu:

Ketua Umum                            : Ibu Lely Niwan

Anggota Presidium I                : Ibu A.U.Pandang

Anggota Presidium II               : Ibu Y. Phidelia

 

Pimpinan yang terpilih kemudian melengkapi kepengurusan mereka sebagai berikut:

Moderator                               : Pastor Claus

Penasehat Umum                    : Ibu TH. Supit

Ketua umum                           : Ibu Lely Niwan

Anggota Presidium I               : Ibu A.U.Pandang

Anggota Presidium II             : Ibu Y. Phidelia

Panitra I                                  : Ibu E. Runtu

Panitra II                                 : Nn. Th. Wusang

Panitra III                                : Ibu Th. Missak

Bendahara I                            : Ibu Singara

Bendahara II                           : Ibu Legianto

Seksi Usaha                            : Ibu Yapary, Ibu Yauri, Ibu Trenggano

Seksi Pendidikan                    : Ibu TH. Paluan Palit, Ibu Tindagi, Ibu Lontoh

Seksi Oikumene                      : Ibu Kapagos, Ibu D. Krasay

Seksi Sosial                             : Ibu Saselah, Ibu Wowolumaya

Cabang Mandai                       : Ibu Suharto

Cabang Wajo                          : Ibu Maria Tjong

  • Cabang Tello                           : Ibu Thio
  • Pembantu Umum                     : Ibu Runtumene
  • Seksi Kesenian                        : Ibu Ida Chandra

 

Demikianlah sejarah berdirinya Wanita Katolik Republik Indonesia mulai dari Tjabang Makassar kemudian menjadi Komisaris Daerah ( Komda) selama dua periode yaitu dari tahun 1962-1974, berkembang terus hingga tiba pada suatu masa dimana dilaksanakannya Konferensi Daerah (Konferda)  Pertama pada tahun 1974.

Dalam perjalanannya, Wanita Katolik RI. DPD Sul-Sel mencakup 2 (dua) wilayah Provinsi, sejak Provinsi Sulawesi Selatan dimekarkan menjadi 2 wilayah pada tanggal 27 April 1964, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Tahun 1999 Sulawesi Tenggara berdiri sendiri sambil berproses membentuk Wanita Katolik RI DPD Sultra. Namun, Wilayah Kerja Wanita Katolik RI DPD Sulsel kembali mencakup 2 wilayah Provinsi, dengan dimekarkannya Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 5 Oktober 2004 menjadi 2(dua) Provinsi, yaitu Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat sampai saat ini.

 

B. PERIODISASI KEPENGURUSAN WANITA KATOLIK RI DPD SUL-SEL

 

  1. MASA BAKTI 1974 – 1979

Konferensi Daerah I dilaksanakan pada tahun 1974, dimana saat itu Wanita Katolik RI masih bernama Komisaris Daerah Sulawesi Selatan yang diikuti oleh 8 Cabang, yang kemudian menghasilkan keputusan-keputusan antara lain:

  • Wanita Katolik Republik Indonesia Komisaris Daerah Sulawesi Selatan berubah nama menjadi Wanita Katolik Republik Indonesia Dewan Pengurus Daerah Sulawesi Selatan.
  • Memilih Pimpinan Daerah untuk Masa Bakti 1974 – 1979 yaitu :

Ketua Presidium         : Ibu Els Runtu

Anggota Presidium I   : Ibu Pinontoan

Anggota Presidium II : Ibu Runtuwene

 

Adapun kegiatan-kegiatan mereka selain kegiatan pertemuan rutin juga membentuk satu tingkat kepengurusan yaitu  Wanita Katolik RI DPC Santo Petrus Parepare pada tahun 1978.

 

2. MASA BAKTI 1979 – 1984

Konferensi Daerah II dilaksanakan pada tahun 1979 yang diikuti 9  Cabang, dengan terbentuknya satu  cabang baru yaitu Wanita Katolik RI DPC Santo Petrus Parepare pada tahun 1978. Konferda  II berjalan baik dan lancar dan berhasil memutuskan beberapa keputusan penting untuk perkembangan organisasi yang lebih baik lagi kedepannya Salah satunya adalah terpilihnya Pimpinan Daerah untuk Masa Bakti 1979-1984, dimana Ibu Els Runtuh terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Ketua Presidium.

Ketua Presidium         : Ibu Els Runtu

Anggota Presidium 1  : Ibu Lely Nio

Anggota Presidium 2 : Ibu Runturambi

 

Adapun kegiatan mereka pada masa itu adalah: menyelenggarakan lomba melukis kerjasama dengan Bank Danamon Makassar, mengikuti lomba pidato dan lomba merangkai bunga yang diselenggarakan oleh BKOW dan meraih juara lomba merangkai bunga kering.

3. MASA BAKTI 1984 – 1989

Konferensi Daerah III dilaksanakan pada tahun 1984 yang diikuti oleh 9 Dewan Pengurus Cabang.  Salah satu hasil keputusan Konferensi Daerah III adalah terpilihnya Pimpinan Daerah untuk masa bakti 1984-1989 yaitu :

Ketua Presidium               : Ibu Alieda Djuang

Anggota Presidium I         : Ibu Mien Salai

Anggota Presidium II       : Ibu Marieke Pontoh.

Berkat usaha dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan organisasi Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Sulawesi Selatan, berhasil membentuk 5 (Lima) cabang yaitu:

  • Wanita Katolik RI DPC Maria Ratu Rosari Kare terbentuk pada tahun 1987 dengan jumlah anggota sebanyak 75 orang, dan dalam perjalannya DPC Kare memiliki 3 Ranting
  • Wanita Katolik RI DPC Santa Maria Malino yang dibentuk pada tanggal 21 April 1987 dengan jumlah anggota sebanyak 45 orang.
  • Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang St. Fransiskus Assisi yang terbentuk pada tahun 1988 dengan jumlah anggota sebanyak 65 orang dan juga membentuk tingkat Kepengurusan Ranting sebanyak 5 Ranting, kemudian berkembang menjadi 6 Ranting.
  • Wanita Katolik RI DPC Santa Theresia Rantepao Tana Toraja pada tahun 1988 dengan jumlah anggota 60 orang.
  • Wanita Katolik RI DPC Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale Tana Toraja pada tahun 1989 dengan jumlah anggota 60 orang.

Dengan demikian jumlah cabang menjadi 14 cabang, dengan bertambahnya jumlah cabang, maka wilayah kerja Wanita Katolik RI DPD Sulawesi Selatan semakin meluas bukan hanya di Kota Makassar, tetapi juga di daerah-daerah di luar Kota Makassar.

 

4. MASA BAKTI 1989 – 1994.

Konferensi Daerah IV dilaksanakan pada tahun 1989 dengan diikuti oleh 14 DPC.  Dari semua keputusan yang dihasilkan, salah satu di antaranya adalah memilih dan menetapkan Pimpinan Daerah untuk masa bakti 1989 – 1994 yaitu:

Ketua Presidium               : Ibu G. CH. Lontoh Merung

Anggota Presidium I         : Ibu Mien Salai

Anggota Presidium II       : Ibu Marijke Pontoh

Pada masa kepengurusan ini, pengurus Wanita katolik RI DPD Sulawesi Selatan berusaha terus melaksanakan sosialisasi tentang organisasi Wanita Katolik RI sampai ke Daerah-Daerah, dan pada tahun 1992 terbentuk 1 (satu) cabang lagi yaitu : Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Kristus Raja Nonongan dengan jumlah anggota 25 orang, sehingga total jumlah cabang saat itu menjadi 15 cabang.

5. MASA BAKTI 1994 – 1999.

Konferensi Daerah V dilaksanakan pada tahun 1994 bertempat di Kare dengan diikuti oleh 15 Cabang yang ada dan berhasil memilih dan menetapkan Pimpinan Daerah untuk masa bakti 1994-1999 yaitu :

Ketua Presidium         : Ibu Eva Wijaya

Anggota Presidium I   : Ibu Mien Salai

Anggota Presidium II : Ibu Elvira Djoemani

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada masa itu antara lain:

  • Sosialisasi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Visi dan Misi organisasi ke cabang-cabang.
  • Membagi-bagikan sarung untuk masyarakat di jalanan
  • Bakti sosial ke Tobadak
  • Pembentukan Posyandu, pemberian makanan tambahan kerjasama dengan pemerintah setempat.
  • Mengikuti PORSENI Se-Sulselra di Kendari
  • Membentuk DPC Bantaeng tahun 1998

 

6. MASA BAKTI 1999 – 2004.

Konferensi Daerah VI yang dilaksanakan pada tahun 1999 bertempat di Hotel Bumi Asih Jaya, dengan diikuti oleh  15 cabang yang ada dan telah memilih dan menetapkan pimpinan daerah untuk masa bakti 1999 – 2004 yaitu :

Koordinator Presidium           : Ibu Maria Goretti Angky Pondaag, SE

Anggota Presidium I               : Ibu Mien Salai

Anggota Presidium II             : Ibu Elvie T. Djoemani

Di masa kepemimpinan Ibu Maria Goreti  Angky Pondaag, SE, organisasi Wanita Katolik RI  semakin berkembang, dan kegiatan juga semakin semarak dengan dibuatnya berbagai program-program kerja sesuai hasil Konferda VI. Sosialisasi semakin digalakkan ke daerah-daerah, yang disambut baik dengan terbentuknya beberapa cabang di Tana Toraja dan Mamuju yaitu:

  • Wanita Katolik RI DPC Maria Ratu Mengkendek tahun 1999 dengan jumlah anggota 30 orang
  • Wanita Katolik RI DPC Kristus Imam Agung Abdi Sangalla pada tahun 1999 dengan jumlah anggota 50 orang
  • Wanita Katolik RI DPC Santa Maria Mamuju pada tahun 2000 dengan jumlah anggota 65 orang
  • Wanita Katolik RI DPC Sitti Miriam Saluampak pada tahun 2003 dengan anggota berjumlah 130 orang
  • Wanita Katolik RI DPC Santo Paulus Rantetayo pada tahun 2004 dengan jumlah anggota 54 orang

Enam (6) Dewan Pengurus Cabang yang terbentuk di Tana Toraja tersebut bersama  DPC  Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale bergabung dalam Regio Tana Toraja.

 

7. MASA BAKTI 2004 – 2009

Konferensi Daerah VII dilaksanakan pada tanggal  6-8 Agustus 2004 di Hotel Delia, dengan mengusung tema :” Menjadikan Wanita Katolik RI sebagai Kekuatan Moral dan Sosial dengan Membangun Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas”. yang diikuti oleh 23 Cabang yang ada. Acara diawali dengan Misa Konselebrasi dengan selebran utama Pastor Hendrik Njiolah, Pr  di damping oleh Pastor Frans Arring, Pr dan Pastor John da Cunha, Pr. Dilanjutkan dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Bapak Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan dan Agama sekaligus membuka Konferda VII ini dengan resmi bersama Ibu Koordinator Presidium Dewan Pengurus Pusat, Ibu Augustine Indarisni Widarto, dan Bapak Walikota Makassar, Pak Herman dari Pater Noldus Action Jerman, dan pimpinan hotel Delia.

Terpilih sebagai Pimpinan Daerah Wanita Katolik RI DPD Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2004-2009 adalah:

Koordinator Presidium           : Ny. Maria Goretti Angky Pondaag, SE

Anggota Presidium I               :  Ny. Elvie T. Djoemani

Anggota Presidium II             :  Ny. Belly Linggi

Selain kegiatan-kegiatan rutin yang telah dilaksanakan, beberapa kegiatan lain yang menonjol adalah  sebagai berikut :

  • Kaderisasi
  • Pembinaan Posyandu dan lansia
  • Peningkatan PPUK, dan memberikan beasiswa bagi keluarga anggota yang tidak mampu , Pencegahan narkoba yang dimulai dari dalam keluarga.
  • Perlindungan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
  • Penyadaran anggota akan kemampuan menangkal akses negative pengaruh era globalisasi seperti tayangan TV, VCD porno.
  • Pelatihan memimpin Ibadat, meningkatkan keterampilan anggota dalam memimpin acara, memimpin rapat, ketrampilan menjahit, menenun, merangkai bunga, dll.
  • Mengadakan taman bacaan dengan mengumpulkan buku-buku bekas, majalah, dll.
  • Mengadakan kerjasama dengan TP. PKK untuk membina kaum ibu dalam mengasuh balita.
  • Membuka Kios atas nama Wanita Katolik RI yang menyediakan kebutuhan anggota akan benda-benda rohani dan atribut, buku-buku dan seragam organisasi, kerajinan umat/anggota atas izin.
  • Menyiapkan paket perkawinan dan syukuran antara lain Koor, petugas liturgi, dekorasi dll.
  • Melaksanakan Bakti sosial di Tappang Polewali dan di Sallumakum Lamasi.
  • Berhasil membentuk beberapa Cabang di daerah Luwu yaitu:
  1. Wanita Katolik RI DPC Mangkutana pada tanggal 5 Oktober 2008 dan Tingkat Kepengurusan Ranting sebanyak 2 Ranting.
  2. Wanita Katolik RI DPC Santo Mikhael Palopo dengan jumlah anggota 50 orang
  • Wanita Katolik RI DPC Santo Yoseph Lamasi dengan jumlah anggota 50 orang dan tingkat Kepengurusan Ranting sebanyak 4 Ranting.

Keempat DPC yang terbentuk tersebut bergabung dalam Regio Luwu.

  1. MASA BAKTI 2009 – 2014

Konferensi Daerah VIII yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 11 Oktober 2009 di hotel Graha Wisata Makassar diikuti oleh 24 Cabang dan berhasil memilih dan menetapkan Pimpinan Daerah yang baru untuk Masa Bakti 2009-2014 yaitu :

Koordinator Presidium : Christina Maria Sri Suyani

Anggota Presidium 1    : Bernadeth Tongli, SE, M,Si

Anggota Presidium II   : Margaretha Yulius, S.Pd., M.Pd

Namun seiring dengan berjalannya waktu, Anggota Presidium I mulai vakum hingga akhir masa bakti karena mengikuti kuliah doktoral di luar negeri.

Berikut beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan :

  • Mengadakan Rakorda pada tanggal 19 s/d 21 Oktober 2009 di Wisma Kare Makassar yang dihadiri oleh Pengurus Cabang se-wilayah DPD Sulawesi Selatan. Sekaligus dilakukan sosialisasi mengenai Kesetaraan dan Keadilan Gender oleh P. Albert Arina, Pr dan P, Hendrik Njiolah, Pr.
  • Mengadakan Seminar tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan tentang Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Universitas Atma Jaya Makassar, mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Wanita, mengadakan Lomba Pidato, kunjungan Ke Lapas , pembagian Sembako pada HUT Wanita Katolik RI Ke-82.
  • Mengikuti Pelatihan Jurnalistik di Jakarta, Pelatihan (TOT) PPUK, Rapat Koordinasi Nasional dan Kaderisasi di Sentul
  • Melaksanakan pelatihan PPUK dalam rangka Hari Kartini Ke-109. Kegiatan PPUK ini antara lain yang pernah dibuat adalah Memberikan bantuan modal usaha kecil-kecilan kepada anggota, mengadakan Kursus menjahit, Kecantikan, memberikan beasiswa kepada seorang mahasiswa dalam rangka menyelesaikan skripsinya dan 3 pelajar SMP di daerah Rembon Tana Toraja.
  • Pada masa kepengurusan ini, terbentuk dua Dewan Pengurus Cabang St. Yohanis Rasul Minanga pada tanggal 1 Juli 2012 dan DPC Maria Ratu Rosari Rantetiku pada tanggal 29 Mei 2014.

 

8. MASA BAKTI 2014 – 2019

Konferda IX yang dilaksanakan pada tanggal 22 November  2014, di Hotel Prima, Jl. Dr. Ratulangi Makassar telah memilih dan menetapkan Pimpinan Daerah sebagai berikut:

Ketua Presidium         : Ibu Margaretha Yulius, S.Pd.,M.Pd.

Anggota Presidium I   : Ibu Cristina Maria Sri Suyani.

Anggota Presidium II : Ibu Agnes Nurak.

Secara umum kegiatan Wanita Katolik RI DPD Sulawesi Selatan  pada masa bakti ini  berjalan dengan baik. Selain kegiatan-kegiatan rutin, juga pengembangkan organisasi berjalan dengan baik dengan terbentuknya 2 DPC baru, yaitu DPC Santo Petrus Mamasa (29 Oktober 2017) dan DPC Santo Michael Tobadak (26 Mei 2019), sehingga jumlah DPC menjadi 28 DPC dengan 53 ranting dan 2.296 anggota. Beberapa program kerja yang telah dilaksanakan diantaranya :

  • Latihan Kepemimpinan Wanita (LKW)/Sekolah Perempuan di Hotel Agraha Makassar pada tanggal 26 – 28 Maret 2017 dengan narasumber Ibu Henny Anastasia Maria, RD. Paulus Tongli, RD. Philipus Kala Patiallo, RD. Linus Oge, serta menghadirkan Sari Ayu, untuk membantu berbagi ilmu bagaimana berpenampilan yang menarik.
  • Membentuk DPC Santo Petrus Mamasa (29 Oktober 2017)
  • Rapat Koordinasi Tingkat Daerah (Rakorda) di Wisma Kare Makassar pada tanggal 9 – 11 Februari 2018 dengan tema: ’Memantapkan Komitmen Dalam Berorganisasi”. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi-Selatan, Ir.H. Agus Arifin Nu’mang, MS, Anggota DPRD Kota Makassar Mario David P. N., S.Sos.,M.Si, dan Vikaris episkopal Makassar RD. Alex Lethe.

Alur Rakorda adalah : Refleksi Iman : Peran Wanita Katolik RI dalam hidup menggereja dan bermasyarakat oleh RD. Paulus Tongli, dan Sharing seputar  Peran Perempuan sebagai Agen Perubahan oleh Ibu Messy Papayungan,Msc. Ph. Kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Vikep    Makassar, RD. Alex Lethe.

  • Membentuk DPC Santo Michael Tobadak (26 Mei 2019)

 

  1. MASA BAKTI 2019- 2024

Konferensi Daerah  X dilaksanakan pada tanggal 8 – 10 November 2019 di Hotel Remzy Panakukang,  diikuti oleh perwakilan dari 26  DPC (DPC Saluampak dan DPC Lamasi tidak mengirimkan utusan). Dalam Konferda tersebut, terpilih pimpinan DPD untuk masa bakti 2019 – 2024 yaitu :

Ketua Presidium         : Hermina Sente Limbu

Anggota Presidium I   : Susanna Kansil Mosse.

Anggota Presidium II : Darmawati Daniel

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan  oleh pengurus pada masa bakti 2019-2024, diantaranya sebagai berikut:

  • Membuat panduan Konfercab untuk membantu DPC dalam mempersiapkan Konfercab.
  • Membuat pedoman tata cara pelepasan jenazah anggota/pengurus Wanita Katolik yang meninggal.
  • Mengadakan pendampingan korban Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Trafficking;
  • Melaksanakan kegiatan Dialog Kebangsaan dengan tema :”Pendidikan Politik Pemilih Pemula Menyongsong Pemilu tahun 2024” bekerjasama dengan ormas-ormas Katolik di Sul-Sel;
  • Mendampingi DPC untuk ketahanan pangan dalam rangka mengurangi dampak Covid-19;
  • Menggerakkan DPC-DPC untuk menggalang bantuan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19;

Belum banyak program yang terlaksana, berhubung situasi pandemi yang melanda dunia di akhir 2019 sampai sekarang.

 

  1. KONDISI DAERAH

DAFTAR DPC YANG ADA DI DPD SUL-SEL

NO NAMA CABANG TANGGAL BERDIRI NAMA KETUA

PERTAMA

NAMA KETUA SAAT INI
1 St. Yakobus Mariso 16 Nov 1967 Helena Korompis. MM, Ra Monica Samban
2 Kristus Raja Andalas 16 Nov 1967 Hendrika Dwi, S.H Nova Lestari
3 St. Yoseph Pekerja Gotong-Gotong 16 Nov 1967 Suster Susshella. Yenny Auric
4 Sta. Perawan. Maria Diangkat Ke Surga Mamajang 16 Nov 1967 Christina Ngellaratan Bernadeth Tongli
5 Hati Yesus Yang Maha Kudus Katedral 12 Jan 1962 Adriana Iwan Theresia Woen
6 Sta. Theresia Rantepao 1968 Yohana Alik Yosefin Theresia
7 St. Mikael Palopo 1970 Panca Warna Herolina
8 St. Paulus Tello 1971 Leony Ramopoly Herlina Allo Layuk
9 Sta. Maria Malino 1987 Seriota Palulung Maria Karre
10 Maria Ratu Rosari Kare 1987 Eva Wijaya Isye Irene
11 St. Fransiskus Assisi 1988 Lien Watratan Margaretha Sadipun Lalu
12 St. Petrus Rasul Parepare 1989 Adriana Iwan Martina Kurniati
13 Hati Tak Bernoda Sta. Perawan Maria Makale 1989 E. Kupa Elisabeth Paluaran
14 Kristus Raja Nonongan 1992 Yohana Iting Yuliana Lembang
15 Sta. Maria Fatima Bantaeng 1998 Emmy Tunggal, S.E. Henny
16 Kristus Imam Agung Abadi Sangalla 1999 Damaris Siamba Petronela Rante Lempang
17 St. Paulus Ge’tengan 1999 Marta Tandiarrang Elsy Lapu Rura (Alm)
18 Sta. Maria Mamuju 2000 Patrisia T. Sariang Veny Bafu
19 St. Simon Petrus Gembala Yang Baik Sumigo 2001 Threesye Sikteubun Yakoling Kulong
20 Maria Rosa Mystica Sudiang 8 Sep 2003 Maria Theresia Suharman Justina Karurukan
21 St. Yoseph Lamasi 2003 Maria Magdalena Tukinem Sutriyah Suwardjih
22 Siti Miriam Saluampak 2003 Yustina B. Anden Martina Ribo’
23 St. Paulus Rantetayo 2004 Elisabeth Pasorong Jurina Tapparang
24 St. Petrus Mangkutana 5 Okt 2008 Yasinta Pabalik Henni Trimawati
25 St. Yohanes Rasul Minanga 1 Juli 2012 Eupratia Paseno Agustina Patiung
26 Maria Ratu Rosari Rantetiku 29 Mei 2014 Yasinta Pabalik Yasinta Pabalik
27 St. Petrus Mamasa 29 Okt 2017 Esterlina, S.E. Esterlina, S.E.
28 St. Mikael Tobadak 26 Mei 2019 Kristina Abi Mandalle Kristina Abi Mandalle
JUMLAH

TIM PENULIS:

Hermina Sente Limbu, S.E.; Lusia Belu Tandirerung, S.Pd.; Dra. Samirwati Kusuma; Hana Hajon. Elisabeth Gala, S.H.