WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA

DEWAN PENGURUS DAERAH KALIMANTAN SELATAN

Tim Penulis:

Herlinda Wardana, Anastasia Siwi A, Desry Any, Suhartati, Gaby Siantori, Arsibedu, Elizabeth Budiwati, Sabdiana, Monica

 

SEJARAH  

Atas prakarsa beberapa ibu  pada bulan Mei 1955 maka di Kota Banjarmasin dibentuklah Wanita Katolik RI Cabang Banjarmasin. Pada waktu itu Ibu Rahmanata terpilih sebagai  ketua yang pertama. Namun karena adanya kepindahan beberapa pengurus, maka organisasi ini hanya berjalan selama kurang lebih 4,5 tahun saja. Kemudian pada tanggal 10 Maret 1962 dengan restu oleh Bapa Uskup W. Demarteau, MSF dan Pastor H. Heyne, MSF dibentuk dan disusun kembali pengurus Wanita Katolik Cabang Banjarmasin.

Pada tahun 1981 menurut pertimbangan Dewan Pimpinan Daerah, Ranting-ranting yang berada dibawah naungan Cabang Banjarmasin telah dianggap mampu untuk ditingkatkan kedudukannya menjadi Cabang-cabang. Dengan demikian maka pengurus cabang yang ada digabungkan dengan Pengurus Daerah. Pada saat itu Dewan Pimpinan Derah Wanita Katolik RI KalSel dan KalTeng telah memiliki 5 (lima) cabang, yaitu Cabang Katedral, Kelayan, Veteran, Banjarbaru dan Palangkaraya.

Berikut ini adalah nama yang pernah menjabat Ketua Cabang dan Ketua DPD di Banjarmasin, berurutan sejak terbentuk sampai dengan tahun 1985.

  1. Ibu Rahmanata
  2. Ibu Achmad Bernadus
  3. Ibu Kwa Sam Tjan
  4. Ibu Netty Wing Lay
  5. Ibu Lilian Sutandie
  6. Ibu W. Subekti
  7. Ibu Y. Slametto
  8. Ibu Vera Nelwan
  9. IbuLina Cumentas
  10. Ibu Dra. Albertine Mahlian Suryanata
  11. Ibu Marcus Nurtansah
  12. Ibu Dra. Thress Darsono
  13. Ibu Threes Sukarman
  14. Ibu Taufik Siantori

Adapun pengurus DPD yang terbentuk pada tahun 1965, sebagai ketua pertama yang terpilih ibu Bea Rendradjaja, kemudian diteruskan oleh ibu Netty Djohan, ibu Kusmanhadi Karyadi, Dra. Albertine Nahlian Suryanata, yang diteruskan oleh ibu Endang Winata didampingi ibu Taufik Siantori, kemudian pada periode seterusnya didampingi oleh ibu Ning Supanto dan ibu Johansyah Rusli.

Pada pemilihan pengurus periode tahun 1985-1989 ini telah terpilih ibu Taufik Siantori yang didapingi oleh ibu Melani Candra dan ibu Anita Pancadharma. Akan tetapi dalam kepengurusan ini di tanggal 20 Februari 1985, ibu Melani telah dipanggil Tuhan sehingga terjadi kekosongan kepengurusan. Berdasarkan keputusan Rapat Luar Biasa pada tanggal 12 April 1985, telah terpilih ibu Johansyah Rusli sebagai Ketua I. Dengan demikian maka susunan pengurus lengkap lagi.

Konfrensi Luar Biasa kembali diadakan sehubungan dengan pengunduran diri ibu Taufik Siantori sebagai ketua Presidium dan kepindahan ibu Anita Pancadharma sebagai ketua II ke lain kota, untuk memilih Pimpinan Kalselteng periode 1987 – 1989. Pimpinan terpilih adalah:

Ketua Presidium         : Bernadette M. Yustina Rusli

Ketua I                        : C. Yully M. Lung

Ketua II                       : Maria Pauline Dantio

Pada periode ini telah berhasil menambah dua Cabang baru yaitu Santo Yusup Kotabaru dan Ave Maria Tanjung.

Kegiatan yang berhasil dilaksanakan oleh DPD periode ini adalah Ceramah tentang kanker dan  gizi untuk para anggota yang berada di Banjarmasin dan Banjarbaru, sosialisasi AD/ART, mengadakan kunjungan ke daerah-daerah dalam rangka penjajagan pendirian dan pembukaan cabang baru, mengadakan imunisasi untuk anak-anak yang kurang mampu, mengirim para anggota untuk  pemeriksaan pap smear, mengelola pra – TK di Banjarmasin, menyelenggarakan rekoleksi untuk anggota WKRI DPD dan Cabang sebanyak 2 kali yaitu bulan Mei 1988 dan januari 1989 di Banjarbaru, mengadakan pasar murah di cabang-cabang, mengadakan catering untuk mencari dana dalam acara simposium para dokter dan pisah sambut kepala kantor Dolog Kalsel, mengadakan acara Sinterklas  pada tahun 1988.

Konferda II dilaksanakan pada tanggal 21-22 Januari 1989. Terpilih sebagai pimpinan untuk masa bakti  1989 – 1994 sebagai berikut:

Ketua Presidium         : B.M. Yustina Rusli

Anggota Presidium I   : Albertine Didiek

Anggota Presidium II : Laurensia Nirmalawati

Dalam perjalanan waktu kepengurusan ibu Albertine Didiek sebagai Anggota Presidium I  pindah dan ibu Laurensia Nirmalawati sebagai Anggota Presidium II mengundurkan diri, maka pada tanggal 28 April 1991 diadakan Konferensi Luar Biasa untuk pertanggungjawaban masa jabatan 1989 – 1991.

Hasil Konferensi Luar Biasa masa bakti 1991 – 1994 terpilih :

Ketua Presidium         : Christina Sugiati Suripno

Anggota Presidium I  : Angela Herbarini

Anggota Presidium II : Agnes Endang Winata

Beberapa kegiatan yang berhasil dilaksanakan di periode 1989 – 1991 adalah peningkatan organisasi dengan mengadakan sosialisasi AD/ART, demonstrasi cara berkain dan menyanggul sendiri, mengadakan aksi Natal berupa pengumpulan pakaian bekas yang dikirimkan ke kota Ampah, melaksanakan aksi solidaritas Pangan Dunia yang dikelola DPP, ikut bagian dalam Hari Doa Sedunia di gereka HKBP, mengadakan ceramah tentang penyakit jantung dengan pembicara Dr. Yoto Ambeng dan mengadakan bakti sosial ke daerah transmigrasi di Ampah dalam rangka Paskah.

Adapun beberapa kegiatan yang diadakan periode 1991 – 1994 yaitu mengadakan sosialisasi AD/ART, mengadakan kunjungan ke cabang-cabang, mengadakan pertokoan/koperasi yang menyediakan 9 bahan pokok, mengadakan pelatihan kepemimpinan untuk peningkatan kualitas organisasi, membuat kartu ucapan/iklan hasilnya untuk menambah kas, mengadakan senam kesegaran jasmani untuk ibu-ibu dang keluarga.

Pada periode ini pula telah bertambah 3 cabang baru yaitu Cabang St. Maria Muara Teweh, St. Petrus dan Paulus Ampah, dan St. Yoan Don Bosco Sampit. Namun pada tanggal 29 September 1991 ada salah satu cabang yaitu Cabang Hati Yesus Yang Maha Kudus Banjarmasin mengundurkan diri dari DPD KalSelTeng.

Konferda III diselenggarakan pada tanggal 29-30 Januari 1994 bertempat di Gedung Sasana Sehati Banjarmasin. Terpilih sebagai pimpinan:

Ketua Presidium         : Agnes Endang Winata.

Anggota Presidium     : Bernadetta Murbaningsih.

Anggota Presidium II : Yustina Wiwik Suyutiwi S.

Sehubungan dengan adanya pemisahan Keuskupan Banjarmasin dengan Palangkaraya pada tanggal 17 Oktober 1993, maka diputuskan cabang-cabang yang berada di daerah Kalimantan Tengah resmi memisahkan diri dan berdiri sendiri menjadi DPD Kalimantan Tengah. Adapun DPC yang telah memisahkan diri menjadi DPD di Kalimantan Tengah adalah Cabang Santa Perawan Maria Palangkaraya, St. Maria Muara Teweh, St. Petrus dan Paulus Ampah, dan St. Yoan Don Bosco Sampit. Sehingga di DPD Kalimantan Selatan, DPC tersisa 5 cabang dengan cakupan wilayah pelayanan di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Tanjung.

Kegiatan yang berhasil dilaksanakan pada masa bakti ini  adalah penggalangan dana dengan mengadakan Pentas artis Ria Enes dan Boneka Susan yang dilaksanakan bersama dengan acara Sinterklas, Pentas ular putih, Bakti sosial ke daerah Nawin dan Sosialisasi AD/ART.

Konferda IV diselenggarakan pada tanggal 20-21 Nopember 1999 bertempat di Wisma Ventimiglia, Banjarmasin, diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor J. Byaktasoewarta, MSF dan di buka secara resmi oleh Ketua Presidium DPD yaitu Ibu Agnes Endang Winata. Konferda ini dihadiri oleh 21 peserta dari 5 cabang, 17 orang sebagai utusan dan 4 orang sebagai peninjau. Pimpinan terpilih untuk masa bakti 1999-2005 adalah

Ketua Presidium         : Antonina Ida Harino.

Anggota Presidium I   : C. Sri Sudarno.

Anggota Presidium II : Rosalia Ratnawati P.

Pada kepengurusan ini telah berhasil menambah satu cabang baru lagi yaitu Cabang Santo Vincensius A Paulo dengan cakupan wilayah di Batulicin. Jumlah anggota Wanita Katolik RI yang terdaftar di DPD Kalimantan Selatan pada periode ini adalah sebanyak 190.

Kegiatan yang berhasil dilaksanakan adalah sosialisasi AD/ART, kunjungan ke Panti Werdha, aktif di Posyandu di Wilayah setempat, pelatihan keterampilan membuat kue, mengolah atau mengawetkan buah-buahan, memberikan beasiswa bagi anak kurang mampu maupun bagi anak berprestasi, mengadakan penyuluhan tentang kesetaraan dan keadilan gender yang bekerja sama dengan Jaringan Mitra Perempuan, Keluarga dan JMP KWI, penyuluhan NAPZA bekerjasama dengan dokter yang diberikan pada calon pasutri yang mengikuti kursus perkawinan dan mengadakan ziarek ke Pohsarang dan Bali.

Konferda V dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Januari 2005 di Wisma Sikhar Banjarbaru. Koferda ini dibuka oleh Mgr. FX. Prajasuta MSF dan ibu Agustina Indrarisni Widarto sebagai Koordinator Presidium DPP Wanita Katolik RI. Pimpinan terpilih untuk masa bakti 2005 – 2010 yaitu:

Ketua Presidium         : Antonina Ida Harino.

Anggota Presidium I  : Endah Wulandari, S.Pd.

Anggota Presidium II : Flora Matri Br Munthe.

Kegiatan yang berhasil dilaksanakan pada periode ini adalah pengumpulan dana dan bakti sosial untuk misi di daerah Meratus.

Konferda VI dilaksanakan pada tanggal 25 – 27 Februari 2010 , di Banjarbaru dihadiri oleh 25 orang utusan cabang dan 4 orang peninjau. Pimpinan terpilih untuk periode 2010 – 2015 adalah:

Ketua Presidium         : Agnes Endang Winata.

Anggota Presidium I  : Bernadetta Murbaningsih.

Anggota Presidium II : Regina Sri Lestari.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain :

  • mengusahakan adanya Sekretariat DPD dengan pinjam pakai di Kantor Notaris Gaby    Siantori, Jl. Sutoyo S No.1.
  • Penataan administrasi kearsipan.
  • Penataan dan pengembangan organisasi termasuk sosialisasi AD/ART.
  • Terbentuknya Cabang Santa Theresia di Wilayah Pelaihari.
  • Mengadakan jalan sehat keluarga dengan tujuan mempererat kebersamaan antar anggota keluarga, anggota organisasi, warga gereja dan masyarakat sekitar.
  • Mengadakan Seminar Ajaran Sosial Gereja pada tanggal 28-29 Juni 2014 bertempat di Aula Puri Batin – Susteran SCMM, dengan Nara sumber Romo Dr. Al. Purwa Hadiwardoyo, MSF dengan tujuan mengajak peserta untuk lebih mengenal Ajaran Sosial Gereja untuk dapat menjadi landasan menjalankan kehidupan.
  • Melaksanakan Refleksi Internal dan Ziarah ke Goa Maria Manikam Damai (Mandam) – Kotabaru. Dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2014 diikuti oleh anggota dari semua DPC, Bapak Uskup dan Penasehat Rohani. Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Santa Anna sebagai ibu dari Bunda Maria dan sebagai pelindung Wanita Katolik RI. Di samping itu kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan pada program Keuskupan Banjarmasin dalam rangka mengenalkan dan mendekatkan Mandam sebagai tempat ziarah bagi umat Katolik.
  • Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke XXIV adalah Sarasehan dan Festival Olahan Pangan Lokal Non Beras – Non Terigu, pada tanggal 02 Nopember 2014. Kegiatan ini diselenggaran  bekerjasama dengan  Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) keuskupan Banjarmasin. Selain festival, juga diadakan Lomba Olahan Pangan dan Sarasehan. Acara ini dihadiri oleh 166 peserta.
  • Pada tanggal 15 Oktober 2015 bertempat di SD – SMP Santa Angela Banjarmasin, untuk memperingati Hari Pangan Sedunia ke XXV diadakan pelatihan singkat tentang Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan nara sumber Bpk. Iwan. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman pangan. Selain pelatihan, juga diadakan Lomba Olah Pangan Lokal Non Beras – Non Terigu yang melibatkan pelajar tingkat SMP – SMA/sederajat, dengan tujuan menumbuhkan kecintaan akan pangan berbahan lokal dengan keanekaragamannya. Pada acara ini diadakan pula  Bazar dengan berbagai stand yang menjual berbagai hasil olahan pangan lokal dan kerajinan tangan.

 

Konferda VII dilaksanakan pada tanggal 27 Februari – 01 Maret 2015, bertempat di Swiss-bel Hotel Borneo, Banjarmasin  diawali Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Petrus Bodeng Timang dan Penasihat Rohani DPD Pastor FX. Sumantoro Pranjono, MSF. Dalam Konferda ini telah terpilih Pimpinan baru untuk masa bakti 2015 – 2020 :

Ketua Presidium         : Bernadeth Herlinda Wardhana

Anggota Presidium I   : Anastasia Siwi Achtarti

Anggota Presidium II : Fransiska Yuliani Nata

Beberapa kegiatan yang berhasil dilaksanakan antara lain :

  • Pada Tanggal 16 Oktober 2016 bertempat di halaman Gereja Paroki Vincentius A Paulo Batu Licin, DPD mengadakan Penyuluhan Pemanfaatan Lahan Pekarangan, dengan nara sumber Susana Suhartati yang memberikan penjelasan tentang bagaimana cara menanam yang mudah dan cepat menghasilkan seperti tanaman sayur, buah dan apotik hidup.
  • Pada Tanggal 25 – 27 Nopember 2016, di Wisma Shikar Banjarbaru, diadakan Belajar Bersama bagi anggota Wanita Katolik RI DPD Kalimantan Selatan dengan Nara sumber DPP Wanita Katolik RI.
  • Ziarek ke Bali pada tahun 2017 yang diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri dari 1 pendamping rohani yaitu Pastor FX. Sumantoro Pranjono, MSF, anggota Wanita Katolik RI dan umat yang berminat.
  • Bakti sosial ke Kaar wilayah Kotabaru.
  • Bakti sosial di Surian Tanjung tahun 2018.
  • Ziarek Jawa Tengah, Jogya dan Jawa Timur 1 – 5 Mei 2019.
  • Bakti sosial dalam rangka HUT RI membagi sembako untuk tukang sapu jalanan dan tukang sampah.
  • Bagi-bagi takjil dan buka puasa bersama lintas iman.
  • Rekreasi ke Pantai Asmara pada tanggal 14 Juli 2019, dalam rangka HUT Wanita Katolik RI ke-95. Di acara ini diadakan kegiatan berbagai lomba dan doorprize.
  • Mengadakan Belajar Bersama ke Cabang-Cabang dengan Nara sumber dari DPD.
  • Terbentuknya 2 Ranting di Cabang Santo Vincentius A Paulo Batulicin (Ranting Santo Yohanes Pemandi dan Santo Arnoldus Janssen).

 

Konferda VIII dilaksanakan pada tanggal 28 – 29 Februari 2020 di Hotel POP Banjarmasin. Terpilih pimpinan untuk masa bakti 2020 – 2025 sebagai berikut:

Ketua Presidium         : Bernadeth Herlinda Wardhana.

Anggota Presidium I   : Anastasia Siwi Achtarti.

Anggota Presidium II : Suhartati.

Di awal masa bakti ini, kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah :

  • Mengadakan Dapur Umum tanggal 20 – 23 Januari 2021 untuk korban banjir.
  • Memberikan sumbangan untuk korban banjir.
  • Kunjungan ke Cabang untuk persiapan Konfercab.
  • Diawal masa pendemi diadakan pemberian makanan ke Panti Asuhan Bhakti Luhur.
  • Pelantikan pengurus DPD Periode 2020 – 2025.
  • Menggerakan Cabang dan Ranting untuk berbagi nasi bungkus, masker dan sembako sebagai bentuk solidaritas di masa pandemi Covid-19.
  • Untuk ketahanan pangan, mengadakan kegiatan pemanfaatan lahan atau pekarangan rumah untuk ditanami sayur, dll.
  • Memberikan sumbangan kepada korban kebakaran di daerah Alalak.