WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA 

DEWAN PENGURUS DAERAH  NTT

Penulis:

Yustina Lema – Maria Rosalinda Ndiwa – Apolonia Matilde Dhiu

 

SEJARAH

Wanita Katolik Republik Indonesia  (WKRI) sudah terbentuk di  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak  tahun  1951  atas  anjuran  Pater Cresen. Tujuan saat itu adalah membantu gereja dan membantu pastor menangani beberapa tugas paroki.  Kegiatan berpusat di  di  Gereja  Katedral  Kristus  Raja  Kupang. Ibu  Porsiana ditunjuk sebagai Ketua dan Ibu  Ben Tanone sebagai Wakil Ketua,  dan  Ibu Salomon sebagai Bendahara. Kepengurusan mereka berjalan sejak tahun 1951-1955.

Masa bakti tahun 1955-1956 dengan Ibu Ben Tanone (almh), masa bakti tahun 1956-1967 dengan Ibu Salomon., masa bakti tahun 1957-1958 dengan Ibu  Gero (almh), 1958-1961 dengnan Ibu MA Gadi Djou, dan 1961-1968 dengan Ibu Parera Didoek (almh). Masa bakti tahun 1970-1976 dengan ketua Ibu Mery Mello, 1979-1982 Ibu Parera Didoek (almh), tahun 1982-1985 Ibu Helena Gah, dan 1985-1987 Ibu Dr. Nafisah Mboy.

Setelah masa ini kegiatan sempat vakum, namun kemudian Ibu dr. Nafsiah Mboi, MPH yang saat itu sebagai istri Gubernur NTT, memilih Ketua DPD WKRI NTT, Ibu Mien da Silva untuk memimpin dari 1987 hingga 2001 dan mempersiapkan Konferda pertama.

Konferda I – tahun 2001

Dalam Konferda tersebut terpilihlah pimpinan untuk masa bakti tahun 2001-2006 dengan komposisi berikut:

Koordinator Presidium           :  Martha Pengko Parera.

Presidium I                              :  Apolonia Tukan Bere.

Presidium II                            :  Mien Paty Mangu.

 

Konferda II – tahun 2006

Dalam Konferda ini  terpilihlah pimpinan untuk masa bakti tahun 2006-2011 dengan komposisi berikut:

Koordinator Presidium           : Martha Pengko.

Presidum I                               : Susan Tefa Ferdinandus.

Presidum  II                            : Apolonia Tukan Bere.

 

Konferda III – 19-21 April 2012

Dalam Konferda tersebut terpilihlah pimpinan untuk masa bakti tahun 2012-2017 dengan komposisi berikut:

Koordianator Presidium         : Susana Tefa-Fernandes.

Presidium I                              : Ursula Gaa Lio.

Presidium II                            : Maria Ngora-Leza.

 

Konferda IV – 2017

Dalam Konferda tersebut terpilihlah pimpinan untuk masa bakti tahun 2017-2022 dengan komposisi berikut:

Koordinator Presidium           : Ursula Gaa Lio.

Presidium I                              : Evie Seran Gheta.

Presidium II                            : Maria Ngora Leza.

 

KEGIATAN

WKRI DPD NTT dalam kurun waktu 70 tahun telah memiliki 32 cabang, 84 ranting dengan jumlah anggota 3.123 orang anggota.

WKRI DPD NTT  melaksanakan program kerja yang ditetapkan dalam Konferda  dengan tetap memperhatikan program prioritas yang ditetapkan dalam Kongres yang menjadi pedoman pelaksanaan program di tingkat pusat  dan daerah yang mencakup program kemanusiaan, program pengembangan dan peningkatan kemampuan ekonomi, dan program peningkatan pendidikan.

Kegiatan Nasional:

  1. Kongres Nasional ke XVIII di Denpasar Bali yang berlangsung  tanggal 17-21 November

2008.

  1. Loka Karya Nasional pada tanggal 24-26 Agustus 2010.
  2. Rakornas 2011 di Purwekerto tanggal 13-16 Oktobet 2011.
  3. Pelaksanaan program bidang kesejahteraan mencakup penguatan peran ekonomi perempuan melalui PPUK, pengembangan kecakapan hidup (lifeskills) dan kegiatan-kegitaan bakti sosial dan kegiatan kerohanian.  Kegiatan sosial lainnya:  engobatan gratis, rekoleksi, kegiatan bakti sosial dan anjangsana ke Panti Asuhan.
  4. Membangun pemahaman dan kesadaran bersama terhadap pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, mendorong partisipasi perempuan dalam bidang politik, seperti sosialisasi UU PKDRT, pendidikan politik dalam mendorong partisipasi perempuan dalam proses politik menghadapi Pemilu 2009.
  5. Ikut aktif dalam seminar tentang  Penguatan Responsibilitas Perempuan dalam Politik yang diselenggarakan oleh The Indonesia Power For Democracy Yogyakarta.
  6. Sebagai anggota jaringan perempuan dan politik, WKRI ikut berpartisipasi dalam pendataan perempuan potensial yang dapat  ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2009.
  7. Sebagai anggota forum PKHP (Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan).  WKRI DPD NTT aktif dalam kegiatan evaluasi SKB 3 Menteri tentang Pemberantasan Buta Aksara Perempuan.

Data kepenguruan DPPC wilayah kerja DPD NTT, yakni Keuskupan Agung Kupang, yang terdiri dari Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Paroki Santo Yoseph Naikoten, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Paroki Santa Maria Assumpta, Paroki Santa Familia Sikumana, Paroki Santo Mathias Rasul Tofa, Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, Paroki Santo Fransiskus Asisi BTN, Paroki Yesus Gembala Baik Alor, Paroki Santo Petrus Olafuliha’a Pantai Baru Rote, Paroki Santo Yohanes Pemandi Buraen, Paroki Santa Maria Bunda orang Miskin Noelmina Kabupaten Kupang, Paroki Santa Maria Dolorosa SoE, Paroki Santo Paulus Oenlasi SoE, Paroki Santo Petrus Tarus, Paroki Santi Petrus Rasul Tuak Daun Merah.

Kesukupan Ruteng, terdiri dari Paroki Santa Maria Kathedral Ruteng, Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, Paroki Santo Vitalis Cewonikit Ruteng, DPC Kristus Radja Mbaumuku Ruteng, Paroki Santo Fransiskus Asisi Karot.

Keuskupan Larantuka terdiri dari, Paroki Reinha Eosari Kathedral, Paroki San Juan Lebao, Paroki Ignasisus Loyola Waibalun, Paroki Maria Bunda Penolong Abadi Weri Larantuka, Paroki Santa maria Bananeuk Lewoleba, Paroki Kristus Raja Wangatoa.

Keuskupan Weetebula, terdiri dari Paroki Santo Paulus Waikabubak, Paroki Santo Arnoldus Jansen SBD, Paroki Santa Bunda Selalu Menolong Kambajwa Waingapu.

Kegiatan Internal DPD

  • Kegiatan Bakti Sosial di Desa Koa, Kecamatan Molo Barat, Kabupaten TTS tanggal 29-30 Juni 2019.
  • Pengobatan gratis dan pemberian makanan tambahan untuk bayi dan anak-anak.
  • Lomba olahan pangan lokal dalam rangka HUT ke-97.
  • Dalam masa pandemi menghimbau kepada masyarakat melalui vedeo tentang menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) dengan gerakan 3 M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
  • Mengisi acara pada Dialog FKUB bersama ormas Perempuan NTT.
  • Membagi masker ke pasar tradisional dan sembako kepada keluarga yang membutuhkan akibat pandemi.
  • Membagi bantuan berupa sembako dan APD kepada masyarakat yang membutuhkan akibat Badai Seroja di Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Alor, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
  • Melakukan pendampingan dan pemulihan kepada warga di Noelbaki pasca Badai Seroja.
  • Menyelenggarakan lomba dalam rangka HUT ke-97 WKRI dan HUT Sta. Ana, lomba Tik Tok, lomba tarian kreasi daerah, pangan lokal, mode show dan lomba foto bercerita.
  • Tim peduli dari DPD Wanita Katolik RI pada tanggal 12-15 November 2021 membawa sekaligus menyerahkan bantuan bagi korban bencana banjir di Kabupaten Alor, melalui Paroki Yesus Gembala Yang Baik, Paroki St. Yakobus Rasul Bukapiting, dan Stasi St. Stefanus.
  • Pemberdayaan ekonomi kreatif dan koperasi pada Agustus 2018 kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT. Lomba aneka olahan pangan lokal dalam rangka Hari Pangan bersana PKK Provinsi NTT pada setiap bulan Oktober. Pelatihan merangkai bunga dan berpartisipasi dalam kegiatan Perempuan bersarung yang dilakukan Dekranasda NTT.
  • Sosialisasi kesehatan dasar dan penyakit degeneratif serta respons Covid-
  • Anjangsana dan membangun Silahturahmi serta Bantuam Bencana
  • Kegiatan menjaga lingkungan atau melestarikan lingkungan.
  • Kegiatan rekoleksi bersama dan penyegaran rohani.

 

CABANG

DPD NTT mencakup 8 cabang, sebagai berikut:

  1. Cabang St. Fransiskus dari Assisi Kolhua Kupang
  2. Cabang Santo Gregorius Agung Oeleta
  3. Cabang Lembata
  4. Cabang BOM Noelmina
  5. Cabang Santo Yoseph Naikoten
  6. Cabang Santa Maria Assumpta
  7. Cabang Labuan Bajo
  8. Cabang Santo Yoseph Pekerja Penfui