DPD KEUSKUPAN BOGOR

Berdiri: 1963 | Cabang: 22 | Ranting: 140 | Anggota: 3.589 

SEJARAH

WKRI DPD Keuskupan Bogor berdiri pada tahun 1963 dengan 2 cabang yaitu Cabang BMV Katedral dan Cabang Fransiskus Asisi Sukasari-Bogor. Pada awal berdirinya, Uskup Bogor pertama yaitu Mgr N.J.C Geise OFM banyak membantu kegiatan Wanita Katolik RI.  Beliau tidak terlalu aktif tetapi juga tidak menghambat.  Pada saat itu kegiatan organisasi dijalankan dengan seadanya dan tidak pernah mengikuti konferensi karena organisasi Wanita Katolik RI belum mempunyai peraturan yang jelas dan belum ada keterangan tentang konferensi.  Kemudian pada tahun 1975 Wanita Katolik RI DPD Keuskupan Bogor mempunyai Romo Moderator yaitu Mgr. Ignatius Harsono Pr yang merupakan Pastor Projo pertama yang menjadi Uskup Bogor.

DINAMIKA

Pada tahun 1963-1981 DPD Keuskupan Bogor dipimpin oleh Maria Magdalena Siti Ambarwati, Ignatia Murdaningsih dan Koeswari.  Maria Magdalena Siti Ambarwati meninggal dunia dalam usia 65  tahun (1981). Tahun 1981-1984 dipimpin oleh Ignatia Murdaningsih, Koeswari dan Christine Sobari.  Untuk pertama kalinya Wanita Katolik RI DPD Keuskupan Bogor mengikuti Kongres XII di Bandung pada tahun 1981. Dan pada tahun 1982 membantu DPP sebagai Panitia Pelaksana Konferensi Regional WUCWO – Asia Pasific di Kuningan, dengan tema “Asia Pasific Women and Development”, diikuti oleh sekitar 14 negara. Dalam acara ini Ibu Duriat sebagai Ketua Panitia dan Ibu Christine Sobari sebagai Wakil dari Indonesia.

Tahun 1984-1987 jajaran pimpinan adalah Koeswari, Christine Sobari dan Carolyna Heliana Sastradiningrat.  DPD Bogor hadir pada Kongres XIII di Surabaya, dengan tema “Wanita Katolik RI Dalam Hidup Menggereja dan Bernegara”. Pada Kongres inilah Solidaritas-Subsidiaritas dicantumkan sebagai prinsip organisasi dan Pancasila sebagai dasar organisasi.

Tahun 1987–1991 jajaran pimpinan adalah Christine Sobari, Carolyna Heliana Sastradiningrat dan Wahyuni.  DPD Bogor hadir pada Kongres XIV di Jakarta (1988), dengan tema “Pengembangan Wanita Memajukan Bangsa Dan Negara”, masa bakti DPP dan DPD diubah dari 4 menjadi  5 tahun.

Tahun 1991-1996, jajaran pimpinan adalah Carolyna Heliana Sastradiningrat, Theodora Maria Koesbandini dan Agnes Maria Tjandra. DPD Bogor hadir  pada Kongres XV di Yogyakarta (1993), dengan tema “Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia Sumbangsih Nyata Wanita Katolik RI mengisi PJPT II”.

Tahun 1996-2001, jajaran pimpinan adalah Theodora Maria Koesbandini, MMS Widanti dan Agnes Maria Tjandra. Kongres XVI yang seharusnya diadakan pada tahun 1998 di Semarang, berdasarkan jajak pendapat cabang-cabang maka Kongres ditunda/ditiadakan.  Pada saat itu terjadi krisis moneter yang berpengaruh pada seluruh sendi kehidupan masyarakat, organisasi dan. Mandat   diberikan kepada Pimpinan DPP periode 1993 – 1998 sampai dimungkinkan diadakan Kongres.

Tahun 2001-2006, DPD Bogor dipimpin  oleh Lucia Yugiastuti Suparman sebagai Koordinator Presidium, Charlotte Taroreh sebagai Anggota Presidium  I dan B. Siti Ristyastuti Adi Kurdi-  sebagai Anggota Presidium  II.

Tahun 2006-2011, jajaran pimpinan adalah Lucia Yugiastuti Suparman sebagai Koordinator Presidium, Veronika Utari sebagai Anggota Presidium I dan Charlotte Taroreh sebagai Anggota Presidium  II.

Tahun 2011-2016, jajaran pimpinan adalah MF. Nining B sebagai Ketua Presidium, Lusia Willar sebagai Anggota Presidium  I dan Veronika Utari sebagai Anggota Presidium  II. DPD Bogor hadir pada Kongres XIX  tanggal 28 – 31 Oktober 2013, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, dengan mengirim 13 peserta (7 Utusan, 5 Peninjau dan Penasehat Rohani).  Irawatie Soejadi peninjau dari Cabang St. Matias Cinere terpilih sebagai Anggota Presidium II. Dalam kongres ini sebutan  nama Koordinator Presidium diubah menjadi Ketua Presidium.

Tahun 2016-2021, pimpinan DPD adalah MF. Nining B. Sebagai Ketua Presidium, Agustin A Feria Arum sebagai Anggota Presidium  I dan Lusia Willar sebagai Anggota Presidium  II.  Pada Kongres XIX tahun 2018  Lusia Willar terpilih menjadi Anggota Presidium I WKRI DPP dan Katarina Catri Erliana (dari Cabang BMV Katedral) terpilih menjadi Anggota Presidium II WKRI DPP.

Tahun 2021-2026, pimpinan DPD adalah B. Yudarini H.P. sebagai Ketua Presidium, Krisna Dewi sebagai Anggota Presidium            I dan Chatarina Sri Ismidasi sebagai Anggota Presidium II. Jajaran pimpinan ini terpilih dalam Konferda IX tanggal 19-20 November 2021 di Bogor yang  mengusung tema “Wanita Katolik RI yang Dinamis Menuju Lingkungan Hidup yang Transformatif di Era Baru”.

Perkembangan organisasi semakin pesat, ditandai dengan bertambahnya jumlah cabang, ranting dan anggota.  Tahun 1963 dari 2 cabang menjadi 13 cabang, 28 Ranting dan 1.210 anggota, pada masa bakti 1991-1996. Tahun 2001 meningkat menjadi 15 Cabang, 64 Ranting dan 1.908 Anggota. Pada masa bakti 2001-2006 bertambah menjadi 18 Cabang, 92 Ranting dan 2.708 Anggota.  Pada 2006-2011  menjadi 21 Cabang, 122 Ranting  dan 3.000 Anggota.  Dan pada tahun 2011 – 2016 jumlah ranting dan anggota bertambah menjadi  21 Cabang, 129 Ranting dan 3.302 Anggota. Tahun 2016-2021 beranggotakan 3.589 orang yang tersebar di 22 cabang dan 140 ranting, dengan wilayah kerja di sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten. Tim Penulis: B. Yudarini HP, Veronika Surahmi, Anna Joen, Maria MHG Lelly Toda, C. Martha Frisca